Sudah lama kita ketahui bahwa setiap orang mempunyai karakter yang berbeda-beda.
Karakter akan mempengaruhi cara kita belajar.
Oleh sebab itu, seorang guru atau orang tua yang akan mengajar anaknya atau mendampingi anaknya belajar, sebaiknya terlebih dahulu memahami karakter anaknya, dan menggunakan pendekatan yang paling pas dalam proses belajar mengajar sesuai karakter anaknya.
Bagaimana mengenali karakter anak? perlu dibawa tes psikologi dulu? ow ow ow.... boleh saja, jika orang tua ingin lebih yakin dalam mengetahui karakter sang anak.
Tapi secara mudah, karakter belajar anak dapat dibedakan menjadi beberapa type, misalnya:
Anak Tipe Auditori
Kekuatannya ada di pendengaran.
perhatikan kesehariannya, anak auditori umumnya lebih suka mendengar musik atau pembicaraan lisan, daripada membaca. Kalaupun membaca, dia lebih suka dibacakan, daripada membaca buku sendiri.
Biarkan anak auditori belajar sambil membaca dengan bersuara, kalau yang lain terganggu biarkan dia mencari tempat sendiri sehingga bisa membaca keras-keras. Umumnya, anak auditori akan lebih mudah menyerap suatu pesan atau makna melalui suara. Anak auditori mampu mencerna keras lembut, tinggi rendah, tone, maupun pitch suara dengan baik.
Untuk mengefektifkan belajarnya, ingatkan dia supaya memperhatikan penjelasan guru ketika di kelas, karena dengan mendengarkan gurunya, sudah membantu menyerap sebagian pelajaran dengan baik. Jika memungkinkan, biarkan ia memilih tempat duduk yang memungkinkan ia dapat berkonsentrasi dengan kata-kata yang dijelaskan oleh gurunya, dan biarkan dia aktif dalam diskusi, karena ia juga mudah belajar melalui cara mendengarkan teman diskusinya berbicara.
Bisa juga apa yang dipelajarinya direkam dalam kaset atau cd, kemudian diperdengarkan kembali kepadanya.
Anak Tipe Visual
Kekuatannya ada di penglihatan.
perhatikan kesehariannya, anak
tipe visual umumnya lebih suka melihat, mengamati daripada mendengarkan pembicaraan. Jenis bacaan yang dipilihnya adalah bacaan dengan banyak gambar, seperti komik.
Biarkan anak tipe visual belajar
sambil mengingat apa yang dilihatnya, bukan yang didengarnya. Umumnya, anak visual akan lebih mudah menyerap suatu pesan atau makna melalui gambar-gambar .
Anak visual mampu mencerna gradasi warna, bentuk, peta, skema, diagram dengan baik.
Untuk mengefektifkan
belajarnya, ajari dia membuat skema yang menggambarkan materi ajar maupun jalan pikiran dari sesuatu hal yang dipelajari. Gunakan macam-macam warna untuk menandai materi pelajaran yang dipelajarinya, beri garis bawah, beri gambar, beri ilustrasi-ilustrasi yang memudahkan dia untuk mengingat kembali apa yang dipelajarinya. Bisa juga belajar dengan menggunakan tampilan-tampilan visual seperti video, televisi, atau buku pelajaran dengan banyak gambar. Jika memungkinkan, biarkan ia memilih tempat duduk yang memungkinkan ia
dapat melihat dengan detail gambar-gambar yang ada, misalnya jika ada penjelasan mengenai peta, berikan ia kesempatan dan posisi yang tepat untuk mengamati setiap detail gambar yang ada di peta. Namun, jika guru di kelas lebih banyak menjelaskan dengan tulisan, maka ajarkan ia untuk mengulang kembali apa yang dijelaskan gurunya, namun dalam bentuk gambar. Dalam hal ini, gambar yang dimaksud, bukan gambar yang bagus yang dibuat oleh seseorang dengan bakat menggambar, namun lebih kepada gambar yang memudahkan si anak untuk menyerap materi yang dipelajarinya.Belajar akan lebih efektif jika ia membuat sendiri illustrasi atau ide-ide dari apa yang dipelajarinya, dan dituangkan dalam gambar.
Anak Tipe Kinestetik
Kekuatannya ada di gerakan, sentuhan, dan melakukan sesuatu.
Anak tipe kinestetik seringkali disebut hiperaktif, padahal mereka tidak bisa diam karena karakter mereka memang selalu bersemangat untuk beraktifitas dan mengeksplorasi sekeliling mereka. Mereka belajar dengan bergerak, berjalan, akting atau pura-pura meniru, mengalami langsung. Bergerak merupakan ciri mereka yang paling tampak, sehingga kesannya tidak bisa diam. Sebagai contoh, jika diminta membaca, mereka cendurung membaca sambil menggerakkan jari untuk menunjuk satu persatu kata dalam tulisan yang dibacanya, atau membaca sambil berjalan-jalan atau mengerakkan tubuh yang mencerminkan suatu aksi.
Untuk mengefektifkan belajarnya, biarlah dia belajar sambil mendengarkan musik atau sambil mengunyah/ makan sesuatu, misalnya permen karet. Belajar tidak usah terlalu lama, tapi sering. dan rutin. Anak kinestetik juga dapat menandai hal-hal penting yang dipelajarinya sama seperti anak visual, tetapi kalau anak visual penekanan cara belajarnya terletak pada penglihatan dari hasil goresannya, sedangkan anak kinestetik penekanan cara belajarnya adalah tubuhnya yang bergerak, misalnya ketika ia menggerakkan tangannya membuat goresan, itulah saat ia menyerap materi yang ia pelajari. Biarkan anak kinestetik mengeksplorasi langsung apa yang dipelajarinya, misalnya ketika anak belajar tentang binatang, ajak dia ke kebun binatang untuk mengalami langsung obyek yang ia pelajari atau misalnya ketika ia belajar tentang tumbuh-tumbuhan, ajarkan ia menanam tumbuh-tumbuhan seperti yang dipelajarinya.
Demikian berbagai tipe anak dan cara belajarnya. Kenali terlebih dahulu seperti apa tipe anak anda atau siapapun yang anda ajar, untuk membuat suasana belajar menjadi lebih menyenangkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar